Syahdan, adalah seorang manusia yang menulis untuk meratapi kepunahan suatu ras manusia. Berikut nukilannya: ''Dan ras merah pun sekarat meregang maut. Dari Tanah Api hingga jauh ke atas Danau Besar di Amerika Utara, si raksasa terpukul tak berdaya. Dihajar nasib yang tak kenal kasihan, takdir yang tak bisa ditawar. Dengan kegarangan yang cerdik dia melawan pertempuran yang sia-sia untuk bertahan hidup. Namun perkataannya menurun. Sekarang dia menahan nafas terakhir, gemetar tubuhnya dari saat ke saat, menunjukkan tanda kehadiran sang Maut'. ''Ya, si Indian bisa disebut sakit, dan kita menyiapkan ranjang kematiannya, menunggu kelopak matanya menutup. Menunggu maut menjelang adalah tugas khusyuk, ribuan kali lebih khusyuk jika yang meregang nyawa adalah suatu ras. Dan banyak tanda tanya muncul, khususnya: apa yang akan diselesaikan ras ini apabila mereka diberi ruang dan waktu untuk mengembangkan bakat dan kekuatan mereka? Keahlian-keahlian khusus apa yang lenyap dari kehidupan kemanusiaan akibat pemusnahan ras ini?'' Namun, ucapannya ternyata sia-sia: ''Tapi apa guna pertanyaan seperti itu saat kematian tak terhindarkan? Apa guna tuduh-menuduh, ketika terlambat sudah untuk menarik kembali si raksasa limbung dari jurang kematian? Ratapan saya tidak bisa mengubah apa-apa, saya hanya bisa mengeluh. Saya? Ya, saya! Yang telah belajar mengenal kulit merah selama bertahun-tahun, dan salah satu di antaranya selalu hadir di hati dan pikiran saya selama-lamanya''. ("Menjelajahi Negeri Karl May"-Pandu Ganesa, Pustaka Primata, 2004) -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Well, 'saya' pada cerita di atas bukan saya ana. Tapi saya Old Shatterhand, si kulit putih dengan 'tangan penghancur'. Dan si Indian raksasa temannya bernama Winnetou. Lalu, apa hubungan mereka dengan saya ana? Emang sih ga ada hubungannya, tapi setidaknya ada kemiripan antara saya ana dengan saya Old Shatterhand. *yak,sotoy-isme saya mulai muncul!* Apakah itu? SAYA DAN OLD SHATTERHAND SAMA2 BERKULIT PUTIH *gubraaak!* Okeh, serius2. Saya ana dan Old Shatterhand sama2 mendambakan kedamaian di muka bumi ini *tssaah* Sama2 ga suka perpecahan, penjajahan, penghasutan, pengrusakan, pertikaian, kekejaman, penganiayaan, terorisme; pokoknya segala bentuk kejahatan yang bikin bumi ini jadi ga damai lagi! Apakah Anda juga mirip dengan saya? Tentu tidak, karena kita bukan saudara kembar *jayus* Maksudnyah: Apakah Anda berpendapat sama seperti saya ana dan Old Shatterhand? Bagus kalo gitu. Karna kalau tidak berarti Anda akan bosan membaca blog ini. Silahkan mencari kedamaian di sini. Selamat menjelajahi dunia ana yang penuh dengan kedamaian inih! *halah* Dan semoga bumi kita makin damai! Und frièdé auf èrdén! Dan Damai Di Bumi!
| |||||||||||||||||||||||||||||||
|
Hidup Pertanian Indonesia!Wakakakak..Udah lama banget saya tidak meneriakkan tiga kata itu lagi. Terakhir kali, pas masih terdaftar jadi mahasiswa pertanian di sebuah kampus pertanian tersohor sejagad Indonesia. Saya gak nyebut IPB lowh. Hehe.. Tapi pagi ini, pagi... more
| ||||||||||||||||||||||||||||||








